Alat musik tradisional Riau
– Riau adalah sebuah provinsi yang terkenal akan Istana Siak-nya,
selain itu Riau juga dikenal sebagai Provinsi terkaya di Indonesia yang
sumber dayanya didominasi oleh sumber alam seperti minyak bumi, gas
alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat.Ditambah lagi Riau juga memiliki berbagai macam tempat indah yang bisa anda jadikan tujuan pariwisata seperti Pulau Jemur, Taman
Nasional Bukit Tiga Puluh dan lainnya, selain itu kebudayaan dan
kesenian lokalnya juga anda harus ketahui, mengapa? karena tentunya
terdapat berbagai macam alat-alat musik tradisional melayu riau yang
harus dilestarikan.
- Alat Musik Tradisional Riau
- Akordeon
- Gambus
- Marwas
- Nafiri
- Kompang
- Rebana Ubi
Alat Musik Tradisional Riau
Selain dengan adanya alat musik tradisional melayu Riau dan rumah adatnya Selaso jatuh kembar
sebagai daya tarik, Provinsi ini juga menyimpan potensi kesenian dan
kebudayaan lokal yang unik, salah satu tempat yang bisa dijadikan contoh
adalah upacara bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir.
Cukup
banyak alat musik yang bisa kita pelajari dari buku, namun informasi
yang sebenarnya mungkin belum anda dapat di tempat belajar anda, dan di
sinilah saya mencoba membagikan beberapa informasi tentang nama alat
musik tradisional melayu riau yang saya dapatkan.
Berikut daftar nama alat musik tradisional Riau beserta penjelasanya:
Akordeon
Akordeon
yang berasal dari Melayu Riau hampir sama dengan Akordeon yang
ditemukan C.F.L Buschmann dari Jerman. Akordeon termasuk alat musik yang
cukup sulit dimainkan meskipun terlihatnya mudah (hanya menggerakkan
tangan).
Akordeon menghasilkan tangga nada diatonik yang sangat sesuai dengan lirik lagu yang berupa pantun.
Cara memainkan Akordeon
Pemain akordeon memegang alat musik dengan kedua tangannya, lalu memainkan tombol-tombol akor
dengan jari-jari tangan kiri, sementara itu jari-jari tangan kanan
memainkan melodi lagu yang sedang dibawakan. Biasanya pemain yang sudah
terlatih sangat mudah berganti-ganti tangan.
Sewaktu
dimainkan, akordeon ditarik dan didorong untuk mengatur pergerakan
udara yang ada di dalam alat musik tersebut, pergerakan udara yang
keluar (ke bagian lidah akordeon) akan menghasilkan bunyi. Bunyi
tersebut bisa diatur dengan menggunakan jari-jari pemain
Gambus
Sekilas
mungkin anda beranggapan bahwa Gambus merupakan nama lain dari Gendang
yang ada di Riau, sebenarnya Gambus merupakan jenis alat musik
tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipetik. Dulunya, Gambus
digunakan untuk acara yang berhubungan dengan hal spiritual.
Sekarang
Gambus beralih fungsi menjadi pengiring Zapin di sebuah acara karena
seiring berjalannya waktu, akhirnya alat musik ini beralih fungsi.
Gambus Melayu Riau dimainkan individu sebagai hiburan bagi nelayan di
atas perahu yang sedang mencari ikan
Marwas
Selain
Kompang, Marwas juga merupakan salah satu contoh alat musik tradisional
Riau yang dimainkan dengan cara dipukul / ditepak. Marwas digolongkan
sebagai alat musik perkusi karena suara yang dihasilkan saat dimainkan
solo bisa dibilang Sumbang.
Alat musik tradisional Marwas diyakini merupakan kolaborasi antara kesenian dari Timur Tengah dan Betawi[src]
karena masih mengandung unsur keagamaan yang cukup kental. Hal ini bisa
anda ketahui saat mendengar lirik lagu yang dibawakan / diiringi dengan
alat musik Marwas.
Beberapa
golongan berpendapat bahwa Marwas merupakan nama lain dari Marawis yang
memiliki kriteria pembawaan musik yang sama, sama-sama menyanyikan lagu
yang mengandung puja-puji syukur kepada Sang Pencipta.
Nafiri
Alat
musik tradisional dari Riau ini memiliki bentuk yang menyerupai
terompet. Masyarakat daerah Melayu Riau sendiri tidak hanya memiliki
alat musik seperti Nafiri, ada juga alat musik lain yang keberadaannya
mungkin sudah mulai hilang seperti: Tetawak, Canang, dan Lengkara.
Nafiri
memang berbentuk seperti terompet namun irama yang dihasilkan
berbeda-beda dengan alat musik lainnya, kita dapat melihat pertunjukkan
musik ini pada pertunjukan Makyong (seni tari tradisional yang hingga
saat ini masih dimainkan di Prov. Riau)
Fungsi dari Nafiri
Selain
sebagai hiburan, Nafiri memiliki banyak kegunaan seperti: Pengiring
tari tradisional (tari Inai, Jinugroho, Olang dll), sebagai musik utama
pada musik robat yang dimainkan di lingkungan masyarakat, sebagai
pengiring saat gerakan-gerakan silat dipertunjukkan, penobatan raja pada
zaman dulu, tanda sebuah kejadian (perang, bencana, dll).
Dulunya Nafiri juga dipercaya sebagai alat spiritual yang mampu memanggil roh / leluhur nenek moyang.
Kompang
Kompang merupakan jenis alat musik tradisional Riau yang cukup terkenal di kalangan orang Melayu,
Kompang termasuk kedalam golongan alat musik tradisional yang dimainkan
dengan cara dipukul. Pada umumnya, Kompang menggunakan bahan yang
berasal dari kulit binatang ternak.
Pembuatan kompang lebih mirip dengan alat musik Marawis
atau gendang kulit lainnya yang menggunakan kulit binatang seperti
kerbau, sapi, dan lainnya. Kompang menggunakan kulit kambing (betina)
pada bagian yang dipukul, namun sekarang menggunakan Sapi yang diyakini
lebih elastis.
Pembuatan dan bentuk Kompang
Pada
umumnya, Kompang berukuran 16 inci dan ditutup dengan kulit pada salah
satu bagian permukaan. Disisi lainnya terdapat lubang yang berfungsi
sebagai tempat keluarnya suara dan pegangan pemain kompang. Kulit yang
dipasang biasanya dipaku di bagian samping-sampingnya agar tidak
terlepas saat dipukul dengan kuat.
Untuk
menghasilkan suara yang nyaring, ada teknik untuk membuat kulit yang
dipasangkan menjadi sangat kencang dan tidak mudah terlepas dari paku
(yang bisa berbahaya saat dimainkan).
Untuk
memainkan Kompang-pun juga ada teknik khusus yang bisa anda pelajari,
ada teknik memukul dengan ibu jari, 1 jari telunjuk saja dan menggunakan
telapak tangan. Masing-masing teknik yang digunakan mengeluarkan suara
yang berbeda, di situlah keunikan dari alat musik tradisional
riau kepulauan ini
Rebana Ubi
Nama alat
musik tradisional Riau yang satu ini memang unik karena mengandung kata
“Ubi” didalamnya, Rebana Ubi merupakan alat musik yang dimainkan dengan
cara dipukul dengan menggunakan tangan. Rebana Ubi dimasukkan kedalam
golongan gendang sekaligus alat musik perkusi.
Rebana
Ubi memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan rebana biasa karena
Rebana Ubi memiliki diameter yang paling kecil 70 cm dan tinggi 1 meter.
Rebana Ubi dapat digantung secara horizontal atau dibiarkan diatas
lantai untuk dimainkan.
Baca juga: cara memainkan rebana
Fungsi Rebana Ubi
Pada
zaman dulu, Rebana ini dipercaya sebagai alat untuk menyebarkan berita
seperti adanya acara pernikahan penduduk setempat atau adanya bahaya
yang datang (seperti angin kencang). Rebana Ubi diletakkan di dataran
tinggi dan dipukul dengan ritme tertentu tergantung informasi yang ingin
disampaikan
Mendengarkan
musik sangatlah membantu untuk menjernihkan pikiran terlebih alat musik
tradisional provinsi Riau yang memang kebanyakan untuk membangkitkan
semangat. Alat musik tradisional di Riau mengandung irama dan
harmonisasi musik yang membuat pikiran damai dan tenang.
sumber : https://alatmusikindonesia.com
sumber : https://alatmusikindonesia.com







No comments:
Post a Comment